Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memprioritaskan Tuhan Dalam Kehidupan

Lukas 14:26 (TB)  "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Kita harus benar-benar memahami apa yang Firman Tuhan maksudkan dari nats diatas. Sebab jika tidak, ada kemungkinan kita akan salah mengerti Firman Tuhan itu. Setiap orang yang mengikut Kristus bukan berarti harus membenci orang-orang yang dikasihnya seperti orang tua, suami, istri, anak atau saudara. 

Karena bukankah Kristus sendiri mengajarkan kita untuk mengasihi saudara dan sesama bahkan mengasihi musuh. Mari kita perhatikan pernyataan Kristus di dalam Matius 10:37.

Matius 10:37 (TB)  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Dalam ayat ini jelas sekali bahwa Kristus memberikan penegasan kalau kita itu mengasihi orang-orang yang kita kasih itu lebih daripada kasih kita kepadaNya, inilah yang tidak berkenan kepada Tuhan. Firman Tuhan menegaskan dalam Matius 22:37-38 

Matius 22:37-39 (TB)  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri sendiri. 

Karena Kristus adalah Tuhan segala Tuhan dan raja segala raja maka Dia patut dan berhak untuk mendapatkan tempat yang tertinggi dalam hidup kita. Dia berhak untuk mendapatkan tempat yang terutama dan teristimewa di dalam hati kita lebih dari siapapun dalam dunia ini.

1 Tawarikh 29:11 (TB)  Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.  

Pertanyaan untuk direnungkan bagi kita : adakah yang melebihi Tuhan dalam hidup kita saat ini?

Atas dasar inilah kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dan mengasihi Tuhan lebih dari apapun dan lebih dari siap siapapun. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang Kristen yang masih menempatkan Tuhan sebagai nomor kesekian, bukan nomor satu dan bukan prioritas karena mereka lebih mengutamakan semua pekerjaan, kesibukan, harta, hubungan dan sebagainya melebihi Tuhan.

Tidak sedikit juga yang begitu sibuk mengasihi pekerjaan untuk Tuhan lebih daripada Tuhan yang mempunyai pekerjaan itu. Oleh karena itu ingatlah, bahwa untuk menjadi murid Kristus, kita harus lebih mengutamakan Tuhan dan mengasihi Tuhan lebih daripada segala yang kita kasihi dalam dunia ini.

Mari kita berdoa

Kami berterima kasih kepada Allah yang hidup. Hari ini kami bersyukur untuk Firman Allah yang bukan hanya mencerahkan kami tetapi memperingatkan kepada setiap kami kalau kami mengasihi Tuhan dan ingin hidup dikasih oleh Tuhan maka kami tidak boleh menempatkan apapun dalam dunia ini dan bahkan siapapun dalam dunia ini melebihi Tuhan.

Biarlah Tuhan selalu menjadi yang terutama dalam hidup kami. Kami tahu bahwa Engkau adalah pribadi yang sungguh-sungguh cemburu dan tidak mau diduakan. Ampuni kami Tuhan, ketika kami tidak menomorsatukan Tuhan tidak memprioritaskan Tuhan. 

Kami berterima kasih untuk firman Allah yang menolong kami untuk tetap menempatkan Tuhan sebagai yang tertinggi, yang terutama dan teristimewa di dalam hati kami. Pujian, hormat dan kemuliaan bagi nama Allah yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur kepada Bapa di Surga Haleluya Aminnn

Posting Komentar untuk "Memprioritaskan Tuhan Dalam Kehidupan"