Teladan Keteguhan Iman Yusuf
Kejadian 39:9b (TB) Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
Pada masa-masa akhir seperti saat ini kita harus semakin meningkatkan kualitas kehidupan rohani kita. Jangan pernah main-main dengan ibadah, jangan pernah main-main dengan pelayanan kita. Kita harus membuat keputusan yang tegas memilih untuk taat atau tidak taat.
Kita harus menentukan sikap, mau hidup benar atau tidak benar. Kaki kita tidak dapat berdiri diantara keduanya atau berada di jalan tengah. Ini sama artinya dengan berkompromi.
Matius 7:13-14 (TB) Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
Jelas sekali dari perkataan Tuhan Yesus tersebut hanya ada dua jalan yaitu jalan yang sesak dan jalan yang luas. Sekalipun kita sudah memilih Jalan kehidupan yaitu jalan yang sempit, tetapi Tuhan ingin tahu kesungguhan kita dalam mengiring akan Dia. karena itu jangan terkejut apabila Tuhan menguji kita.
Seperti Yusuf, meski dia sudah mendapat mimpi dari Tuhan bahwa dia akan menjadi pemimpin di Mesir tapi dia tidak luput dari ujian. Saat bekerja di rumah Potifar, Yusuf mendapat kasih karunia dari Tuhan sehingga ia selalu berhasil dalam segala yang dikerjakannya.
Kemudian akhirnya ia mendapat kasih dari Tuannya itu dan diberi kuasa di rumah Potifar. Sepertinya semua berjalan tanpa masalah. Tetapi sesungguhnya Yusuf sedang dibentuk karakternya oleh Tuhan secara tahap demi tahap. Yusuf bertumbuh menjadi seorang pria yang tampan yang gagah dengan moral yang teguh dan penyerahan diri penuh kepada Tuhan.

Keteguhan moral dan penyerahan diri yang penuh kepada Tuhan inilah yang membuat Yusuf berhasil dari ujian ketika istri tuannya merayunya. Walaupun akibatnya dia harus masuk dalam penjara padahal dia tidak bersalah sama sekali.
Sekarang ini pun setiap orang percaya juga diperhadapkan dengan persoalan seperti Yusuf meski dalam versi yang berbeda. Pertanyaannya adalah bagaimana sikap saudara dan saya? bagaimana sikap kita menghadapi ujian dan pencobaan-pencobaan?
Memilih untuk berbuat dosa atau taat kepada firman Tuhan? Pilihlah untuk tetap takut akan Tuhan sekalipun ada resiko yang harus diterima. Ingat bahwa Tuhan menyediakan upah bagi setiap orang yang tetap taat apapun situasinya.
Wahyu 22:12 Firman Tuhan berkata "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya." Aminn..
Mari kita berdoa
Terima kasih Tuhan Yesus untuk Firman Tuhan yang Engkau nyatakan bagi kami supaya tetap taat karena ketika kami memilih untuk taat kami sedang berjalan menuju kepada kehidupan yang engkau inginkan.
Terima kasih Allah yang hidup, biarlah kami belajar untuk hidup di dalam Tuhan. Kami belajar memiliki moral yang teguh dan penyerahan diri yang penuh kepada Tuhan. Kami tahu tantangan dan pencobaan selalu ada, tetapi ketika kami menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan yang akan membantu kami supaya iman kami tetap teguh di dalam Engkau.
Kami tahu bahwa hidup takut akan Tuhan lah yang akan membawa kami untuk menikmati setiap upah yang akan Tuhan anugerahkan bagi kami yang setia hingga akhir. Dalam nama Tuhan Yesus kami bersyukur kepada Bapa di surga, Haleluya Aminnn
Posting Komentar untuk "Teladan Keteguhan Iman Yusuf"