Hidup Dalam Damai Sejahtera
Roma 5:1 (TB) Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Alkitab menegaskan bahwa manusia itu diciptakan menurut rupa dan gambar Tuhan. Artinya manusia pertama berada dalam kondisi tanpa salah dan tanpa dosa dengan citra diri yang utuh sempurna dan yang mulia. Tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa citra Tuhan dalam diri manusia menjadi rusak karena dosa tersebut.
Oleh karena itu Bapa di Surga pun berinisiatif menyelamatkan manusia melalui Putranya yang diutus untuk datang ke dalam dunia. Melalui penebusan Kristus di kayu salib, citra diri manusia dipulihkan karena manusia memperoleh pembenaran.
Pembenaran adalah tindakan Tuhan untuk menyatakan orang dapat dibenarkan karena percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. Sebab ada tertulis Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan (2 Korintus 5:21)
Ada dampak yang luar biasa dari pembenaran yaitu setiap orang percaya memperoleh damai sejahtera. Damai sejahtera ini terjadi karena adanya pemulihan antara hubungan manusia dengan Bapa di Surga.
Efesus 2:14-15 (TB) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Damai sejahtera sejati hanya kita dapatkan dalam Kristus. Damai sejahtera yang bukan sekedar perasaan nyaman, tenang atau sukacita, tetapi lebih dalam daripada itu. Damai sejahtera itu bukan disebabkan karena situasi dari luar berpengaruh ke dalam hati seseorang, tetapi damai sejahtera itu berasal dari dalam hati karena menguasai dan memimpin hidup kita.
Setiap orang yang percaya yang mengimani Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat pasti memiliki damai sejahtera. Pertanyaannya adalah apakah damai sejahtera itu tinggal permanen atau tidak? Hal itu adalah tergantung sejauh mana kita memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan.
Oleh karena itu, ingatlah selama kita mau taat, kita mau tunduk kepada pimpinan Roh Kudus maka damai sejahtera Allah akan terus mengalir di dalam hati.
Mari kita berdoa
Bapa di Surga kami berterima kasih untuk Firman Tuhan saat ini yang mengajarkan kepada kami bahwa segala sesuatu yang Engkau kerjakan untuk mendatangkan kebaikan bagi kami. Damai sejahtera Allah Engkau tinggalkan bagi kami.
Tuhan hari ini kami bersyukur dan berterima kasih. Kami dapat bersekutu dengan Tuhan karena pembenaran yang Tuhan lakukan bagi kami. Pembelaan Tuhan yang nyata sehingga membawa kami sungguh-sungguh mengalami damai sejahtera bukan sebatas perasaan. Tetapi sebuah pengalaman, keterikatan dan kebergantungan kami kepada Tuhan.
Disitulah letak damai sejahtera yang sesungguhnya, yaitu ketika kami memiliki hubungan yang karib dan intim dengan Engkau. Terima kasih Bapa di Surga untuk penegasan Tuhan bahwa ketaatan dan tunduk kepada pimpinan Roh Kuduslah yang akan mendatangkan damai sejahtera yang selalu mengalir dalam kehidupan kami mengiring akan Tuhan.
Dalam menghadapi semua tantangan dan ujian yang Engkau izinkan kami hadapi, kami percaya damai sejahtera Allah itu akan bersama dengan kami. Kami percaya juga ketika tantangan, ujian dan pergumulan datang, akan ada jalan keluar, ada kekuatan baru dan karya-karya Allah yang Engkau akan lakukan melalui semua dan dibalik tantangan yang ada.
Biarlah damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal itu senantiasa memelihara hidup kami. Di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami berdoa dan mengucap syukur kepada Bapa di Surga Haleluya Aminnn.
Posting Komentar untuk "Hidup Dalam Damai Sejahtera"